Jumat, 02 Mei 2014 | 21.31 | 0 waiting
Raisa's Birthday
"Lalala ... Aku akan pergi ... Ke rumah mewah Raisa ... Lilili ... Happy birthday Raisa .. Lalala!" Nyanyi Minnie didepan cermin. "Duh, rambutnya kusut nih!" keluh Minnie sambil berusaha menyisir rambutnya. "Rapi deh!" gumam Minnie puas sambil bergaya di depan cermin.
Mrs. Hellen yang melihat Minnie berpakaian rapi dan sedang bergaya sangat heran. "Mau kemana, Minnie? Kok rapi?" tanya Mrs. Hellen. "Raisa ulang tahun ma. Minnie diundang, sama Mrs. Rose, mamanya," jelas Minnie. "Kalau gitu, kamu berikan apa pada Raisa?" tanya Mrs. Hellen penasaran.
Minnie menunjuk buku cerita berjudul Dea dan Sahabatnya. "Titip salam pada Mrs. Rose," kata Mrs. Hellen sambil melambaikan tangannya. Minnie mengangguk.
Sesampainya di rumah Raisa, Minnie mengulurkan tanganya. "Selamat ulang tahun, Raisa!" ucap Minnie. "Terima kasih." Minnie lalu ditemani Raisa menuju ruang tamu, tempat pesta diadakan. Rumah Raisa sangat bagus, pikir Minnie.
DUK! Tiba-tiba, dia menabrak lemari. "Duh, jalannya melamun sih, Minnie! Tunggu disini ya, aku mau ambil kotak P3K dulu," seru Raisa khawatir. Tiba-tiba, saat Raisa mengambil kotak P3K, Mrs. Rose-ibu Raisa menghampiri Minnie. "Oh, Minnie! Ada apa?" tanyanya kaget. "Tidak, saya hanya menabrak lemari itu. Salam dari ibuku dan aku," jawab Minnie sambil tersenyum dan menahan sakit. Dahinya berdarah.
Raisa kembali. Raisa segera mengobati luka di dahi Minnie. "Terima kasih!" ucap Minnie sangat berterima kasih. Raisa menarik tangan Minnie menuju ruang tamu. "Ayo! Pestanya sudah mau di mulai!" seru Raisa. "Iya iya, aku tahu. Jangan tarik-tarik dong!" tegas Minnie. Raisa melepas tangan Minnie. Akhirnya Minnie terbebas dari borgol penjara, hihihi!
"Happy birthday to you ... Happy birthday to you ... Happy birthday happy birthday ... Happy birthday, Raisa ..." nyanyi semua yang di undang. "WAKTUNYA TIUP LILIN!" teriak Mr. Goers, ayah Raisa. Minnie jadi teringat papanya yang meninggal 4 tahun lalu karena kecelakaan. Papanya menjadi seorang pilot. Dan, pesawatnya jatuh karena ada badai. Tapi, sekarang bukan waktunya memikirkan hal itu. Karena, Raisa akan ... BAGI BAGI KUE! Yeay! Raisa menatap semua hadirin. "Pertama kuberikan pada kedua orang tuaku." Mrs. Rose dan Mr. Geors menerima kue itu dan segera memakannya. "Kedua, pada sahabat terbaikku, Minnie," ucapnya tersenyum. Minnie menerima kue itu. Dia berbisik di telinga Raisa. "Terima kasih, Raisa, sahabat terbaikku." Raisa tersenyum.
Kini, pesta ulang tahun telah selesai. "Minnie tunggu!" seru Raisa begitu melihat Minnie sedang pulang dengan membawa kue. Minnie menoleh. 'Ada apa?" tanya Minnie. "Ini kalung untukmu, tanda persahabatan kita. Aku juga punya, dan ini bingkisan. Semua anak sudah dapat kecuali kamu," jelas Raisa. "Terima kasih!" kata Minnie riang dengan tulus. Raisa tersenyum. Mereka berpelukan!
Dan, kini Minnie pulang dengan hati berbunga-bunga.
*******************************************************************
Minnie menunjuk buku cerita berjudul Dea dan Sahabatnya. "Titip salam pada Mrs. Rose," kata Mrs. Hellen sambil melambaikan tangannya. Minnie mengangguk.
Sesampainya di rumah Raisa, Minnie mengulurkan tanganya. "Selamat ulang tahun, Raisa!" ucap Minnie. "Terima kasih." Minnie lalu ditemani Raisa menuju ruang tamu, tempat pesta diadakan. Rumah Raisa sangat bagus, pikir Minnie.
DUK! Tiba-tiba, dia menabrak lemari. "Duh, jalannya melamun sih, Minnie! Tunggu disini ya, aku mau ambil kotak P3K dulu," seru Raisa khawatir. Tiba-tiba, saat Raisa mengambil kotak P3K, Mrs. Rose-ibu Raisa menghampiri Minnie. "Oh, Minnie! Ada apa?" tanyanya kaget. "Tidak, saya hanya menabrak lemari itu. Salam dari ibuku dan aku," jawab Minnie sambil tersenyum dan menahan sakit. Dahinya berdarah.
Raisa kembali. Raisa segera mengobati luka di dahi Minnie. "Terima kasih!" ucap Minnie sangat berterima kasih. Raisa menarik tangan Minnie menuju ruang tamu. "Ayo! Pestanya sudah mau di mulai!" seru Raisa. "Iya iya, aku tahu. Jangan tarik-tarik dong!" tegas Minnie. Raisa melepas tangan Minnie. Akhirnya Minnie terbebas dari borgol penjara, hihihi!
"Happy birthday to you ... Happy birthday to you ... Happy birthday happy birthday ... Happy birthday, Raisa ..." nyanyi semua yang di undang. "WAKTUNYA TIUP LILIN!" teriak Mr. Goers, ayah Raisa. Minnie jadi teringat papanya yang meninggal 4 tahun lalu karena kecelakaan. Papanya menjadi seorang pilot. Dan, pesawatnya jatuh karena ada badai. Tapi, sekarang bukan waktunya memikirkan hal itu. Karena, Raisa akan ... BAGI BAGI KUE! Yeay! Raisa menatap semua hadirin. "Pertama kuberikan pada kedua orang tuaku." Mrs. Rose dan Mr. Geors menerima kue itu dan segera memakannya. "Kedua, pada sahabat terbaikku, Minnie," ucapnya tersenyum. Minnie menerima kue itu. Dia berbisik di telinga Raisa. "Terima kasih, Raisa, sahabat terbaikku." Raisa tersenyum.
Kini, pesta ulang tahun telah selesai. "Minnie tunggu!" seru Raisa begitu melihat Minnie sedang pulang dengan membawa kue. Minnie menoleh. 'Ada apa?" tanya Minnie. "Ini kalung untukmu, tanda persahabatan kita. Aku juga punya, dan ini bingkisan. Semua anak sudah dapat kecuali kamu," jelas Raisa. "Terima kasih!" kata Minnie riang dengan tulus. Raisa tersenyum. Mereka berpelukan!
Dan, kini Minnie pulang dengan hati berbunga-bunga.
*******************************************************************